Berikut 5 Tiktok Analytics yang Penting Bagi Para Marketer

Aplikasi Tik Tok selama ini dipandang sebagai aplikasi cukup miring. Hal ini dikarenakan banyaknya konteoversi yang ditimbulkan dari aplikasi tersebut. Namun siapa sangka jika Tik Tok sangatlah berperan besar dalam dunia pemasaran. Maka dari itu, bagi kalian para marketer harus mengetahui TikTok Analytics.

Seperti diketahui, Aplikasi Tik Tok merupakan sebuah aplikasi video pendek yang bisa dishare ke sosial media. Aplikasi tersebut tergolong baru, namun perkembangannya sangat pesat. Bahkan selama ini, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 2 juta pengguna. Tik Tok sendiri juga kerap digunakan sebagai media sosial, media bisnis, atau komunitas digital.

Di Bawah ini Merupakan TikTok Analytics dalam Meningkatkan Pasar

1. Tersedia di lebih dari 150 negara

Aplikasi Tik Tok sangat populer di negara asalnya, China. Namun yang menarik adalah, aplikasi ini sudah tersedia di 150 negara. Terdapat beberapa negara yang populer dengan aplikasi tersebut, diantaranya seperti di India, Brasil, Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Dengan pertumbuhan Tik Tok seluas itu, maka bisa menjadi potensi kalian sebagai pemasar untuk menjangkau audiens kelas internasional.

2. Pengguna membuka tiktok 8 kali sehari, dengan rata-rata hampir satu jam

Jumlah unduhan Aplikasi Tik Tok memang sangat besar, namun keterlibatan pengguna dalam membuka aplikasi ini juga sangat besar. Berdasar penelitian, terdapat sembilan dari 10 pengguna Tik Tik yang membuka aplikasi tersebut setiap harinya. Kemudian, rata-rata pengguna membuka aplikasi ini adalah sebanyak 8 kali sehari.

Menariknya, waktu penggunaan aplikasi tersebut juga bervariasi. Riset menunjukkan bahwa mereka menggunakannya antara 46 menit hingga 52 menit. Sebagai pemasar harusnya kalian tahu atau melakukan penelitian mengenai jumlah audien aktif. Sehingga, kalian bisa menemukan waktu terbaik dalam memposting sebuah konten.

3. Tingkat keterlibatan tinggi dan pengguna aktif

Kunci dari keberhasilan Tik Tok dalam mempertahankan pengguna adalah dengan adanya algoritma serta TikTok Analytics. Kedua hal tersebut sukses memberikan 63% keterlibatan pengguna dalam memberikan tanggapan di aplikasi tersebut.

Selain itu, terdapat 53% pengguna Tik Tok yang mengunggah video dalam sebulan. Kemudian 54% pengguna yang lain mempunyai keterliban dalam memberikan komentar di video orang lain. Bahkan, pengguna tercatat memberikan dukungan dan interaksi dengan akun favorit mereka sebanyak 43%.

4. Sebagian besar penonton muda, tapi semakin tua

Kalian pasti tahu, bahwa aplikasi Tik Tok mempunyai basis pengguna yang usianya masih rentan muda. Khususnya mereka yang masih berusia 18 hingga 24 tahun atau berada di kaangan milenial dan Generasi Z. Namun secara keseluruhan, kebanyakan pengguna di aplikasi ini adalah berusia di bawah 24 tahun.

Akan tetapi, dari profil demografis Tik Tok menyatakan bahwa pengguna aplikasi ini semakin tua. Contohnya saja di Indonesia, pengguna yang berusia 25-34 tahun lebih tinggi dibanding dengan mereka yang berusia 18-24 tahun tadi. Sudah jelas, bahwa hal ini menjadi sorotan dari 2 fenomena pasar.

Pertama, TikTok semakin dewasa dan mempunyai beragam audiens yang bisa menjadi target pasar, demografis, atau bisnis yang berbeda-beda. Kedua, prioritas Tik Tok di sini adalah untuk mendapatkan uang dengan jumlah besar. Sebab pada usia tersebut merupakan usia kerja dan mempunyai keinginan untuk mengiklankan layanan yang mereka miliki.

5. TikTok menguntungkan merek dan perdagangan sosial

Jika masih ada yang bertanya, apakah aplikasi Tik Tok menguntungkan? Sudah jelas jawabannya adalah iya. Sebanyak 20 % dari pendapatan aplikasi ini berasal dari Amerika Serikat dan para pengguna aplikasi ini sendiri.

Selain itu, Tik Tok juga aktif mengembangkan kemampuan e-commerce dalam menjembatani sosial dan perdagangan yang hilang. Sehingga, dengan menggunakan TikTok Analytics maka kalian bisa menargetkan keuntungan kalian dalam berdagang di Tik Tok.

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan